Pengendalian Mutu Proyek, Penjelasan tentang Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC)
Pertemuan ke-8, Cita Santuni (2019D1B131)
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PROYEK
Soal : Jelaskan secara rinci dan detail tentang quality assurance (QA) dan quality control (QC), penjelasan disertai gambar ilustrasi, grafik, tabulasi dan contoh implentasi.
Jawaban:
Soal : Jelaskan secara rinci dan detail tentang quality assurance (QA) dan
quality control (QC), penjelasan disertai gambar ilustrasi, grafik, tabulasi
dan contoh implentasi.
Jawaban:
1.
Quality
Assurance
Quality Assurance (pengawalan mutu) merupakan suatu proses menjalankan apa yang sudah ditetapkan dan direncanakan dalam Quality Plan, mengawal, mengevaluasi dan verifikasi pelaksanaan terhadap rencana yang dibuat, serta identifikasi dan antisipasi masalah yang mungkin timbul selama pelaksanaan proyek. uality Assurance merupakan semua tindakan terencana dan sistematis yang diterapkan, didemostrasikan untuk menyakinkan pelanggan intern dan pelanggan ekterna bahwa proses kerja dan hasil kerja kontraktor akan memenuhi syarat mutu tertentu. Dalam hal kontrak konstruksi, apabila suatu pekerjaan tidak mempunyai mutu yang baik maka akan menimbulkan dampak yang sangat fatal baik untuk perusahaan maupun dampak bagi konsumen (klien) yang menggunakan hasil proyek yang dirancang oleh perusahaan tersebut.
Jika Quality Assurance adalah proses memastikan bahwa tahapan pekerjaan dijalankan sesuai dengan strategi pencapaian kualitas, Ada 2 tipe dari quality assurance dalam proyek yaitu:
- Internal QA yaitu jaminan yang disediakan untuk manajemen dan tim proyek
- External QA yaitu jaminan yang disediakan kepada customer yang ada di luar proyek
Tugas Pokok Sekaligus Tanggung Jawab QA
- Bertanggung jawab atas interpretasi serta implementasi standar jaminan kualitas.
- Bertugas sebagai perencana prosedur jaminan kualitas dari suatu produk atau layanan.
- Memperkirakan kecukupan standar jaminan kualitas.
- Bertanggung jawab untuk merancang contoh proses dan instruksi guna merekam serta mengkomunikasikan data yang berkualitas.
- Bertugas untuk verifikasi implementasi kualitas dan efisiensi, sertaverifikasi sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.
- Bertugas dalam mendokumentasikan audit internal serta kegiatan dari jaminan kualitas yang dilakukan.
- Pengumpulan dan penyusunan data statistik mengenai kualitas dari suatu produk.
- Bertagung jawab dalam menganalisis data guna mengidentifikasi area untuk melakukan perbaikan terhadap sistem kualitas.
- Mengembangkan, memberikan rekomendasi, serta mengontrol tindakan korektif dan preventif.
- Bertugas dalam menyiapkan laporan yang digunakan untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan yang semakin berkualitas.
2. quality control (CO)
Quality Control : (pengontrolan mutu
) merupakan suatu proses pemeriksaan dan pengujian terukur, mulai dari material
(spesifikasi), pemasangan (sesuai gambar) dan hasil kerja (sesuai toleransi
spesifikasi teknis hasil pekerjaan) dan penilaian berdasarkan standar
RKS/Spesifikasi Teknis dan peraturan yang ditetapkan harus dipatuhi oleh proyek
Pengawasan terhadap mutu pekerjaan yang baik akan menghasilkan kualitas
pekerjaan yang baik pula. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan Owner (pemilik
proyek) kepada kontraktor pelaksana dan pengawas proyek. Orientasi ke produk,
material beton dan material baja
q Quality control membutuhkan pengalaman dan juga pemahaman yang baik tentang pengendalian mutu oleh karena itu quality control dituntut mampu melaksanakan kegiatan dengan mengacu pada pedoman yang berlaku sesuai dengan RSNI dan seorang quality control bisa melaksanakan spesifikasi teknik yang digunakan dan metode praktis dalam rencana mutu dimulai dari kegiatan pemeriksaaan, pengetesan, pengujian bahan/ material dan hasil pekerjaan sehingga sesuai dengan spesifikasi teknis, selain itu quality contol juga harus bisa membuat laporan pemeriksaan kepada quality assurance.
Berikut tugas dan tanggung jawab utama quality control antara lain adalah :
1.
Mengontrol
Pelaksanaan Operasional Quality Control
· Memeriksa kelayakan peralatan pengendalian mutu yang digunakan.
· Mengontrol pelaksanaan dan hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan standart kualitas
· Mencegah terjadinya penyimpangan mutu dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi
· Mengontrol akurasi dan validasi dokumen hasil pekerjaan.
· Memeriksa dan menjaga kualitas pekerjaan dari subkontraktor agar sesuai dengan spesifikasi
2.
Mengatur
Kegiatan Operasional Quality Control
3.
Melaksanakan
Kegiatan Operasional Quality Control
4. Membuat perencanaan kegiatan operasional quality control
kegiatan Quality Control dan Quality Assurance dalam Rencana pengawasan kualitas dan kepastian kualitas.
a.
Pengecekan
Dan Pelaporan
Penyedia
jasa konstruksi kontraktor harus memastikan bahwa rencana pengawasan kualitas
yang telah disetujui telah diikuti dan dilaksanakan selama pelaksanaan
pekerjaan. Seluruh hasil pengawasan, record dan seluruh operasi pengawasan
kualitas harus dilaporkan secara berkala kepada wakil pemberi kerja.
b.
Perubahan
Rencana Pada Pengawasan Kualitas
Penyedia
jasa konstruksi (kontraktor) harus memberi tahukan kepada wakil pemberi kerja
secara tertulis segala usulan perubahan pada rencana pengawasan kuaitas.
Perubahan yang dibuat pada rencana pengawasan kualitas tidak boleh dilaksanakan
sebelum persetujuan tertulis dari wakil pemberi kerja.
c.
Rencana
Penggawasan Kualitas
Penyedia
jasa konstruksi kontraktor harus mendapatkan persetujuan dari wakil pemberi
kerja mengenai quality control dan quality assurance untuk seluruh pekerjaan
yang menjelaskan seluruh prosedur, instruksi, rekaman-rekaman, dan personil
yang digunakan untuk memastikan dan mengontrol kualitas pekerjaan.
d.
Rencana
Quality Control atau Quality Assurance
harus
diajukan penyedia jasa konstruksi (kontraktor) kepada wakil pemberi kerja
sebelum rapat mulainya proyek. Penyedia jasa konstruksi (kontraktor) harus
menyajikan kepada wakil pemberi kerja rencana pengawasan kualitas yang akan
dilaksanakannya. Rencana Quality Control atau Quality Assurance tersebut harus
disetujui oleh wakil pemberi kerja agar sesuai dengan yang diharapkan.
e.
Penunjukan
Quality Control Atau Quality Assurance
Penyedia
jasa konstruksi (kontraktor) harus menunjuk seorang Quality Control atau
Quality Assurance manajer sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan. Quality
Control atau Quality Assurance manajer akan bertaggung jawab terhadap pelaksanaan
dan keberlangsungan rencana pengawasan kualitas. Orang yang ditunjuk oleh
penyedia jasa konstruksi (kontraktor) sebagai Quality Control atau Quality
Assurance manajer harus disetujui oleh wakil pemberi kerja. Quality Control
atau Quality Assurance manajer akan melaporkan pekerjaannya langsung kepada
Manajer proyek dari penyedia jasa konstruksi (kontraktor).
Jadi Pengendalian Mutu (QC) meliputi tindakan-tindakan
yang berupa: pengetesan, pengukuran dan pemeriksaan apakah kegiatan-kegiatan
engineering/konstruksi dan kegiatan lainnya telah memenuhi dan sesuai dengan
kriteria yang digariskan. Dalam konstruksi kriteria ini berupa SNI, maupun
standar internasional yang berlaku untuk setiap bahan dan pekerjaan konstruksi,
misalnya acuan-acuan dalam pelaksanaan konstruksi meliputi sebagai berikut:
NI-2 :Peraturan Beton Bertulang Indonesia
(PBI) 1997.
NI-3 :Peraturan umum untuk Bahan Bangunan
Indonesia
NI-5 :Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia
(PKKI)
NI-8 :Semen Potland
SNI
03-1750-1990 :Mutu dan Cara Uji Agregat
Beton.
SNI
15-2049-1990 :Mutu dan Cara Uji Semen
Portland.
SNI
03-2052-1990 :Baja Tulangan Beton.
SNI 03-6861.1-2002:Spesifikasi air sebagai Bahan Bangunan.
SNI 03-6883-2002 :Spesifikasi Toleransi untuk Konstruksi dan Bahan Beton.
Perbedaan Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA)
a.
Quality Assurance (QA)
fokus pada suatu pencegahan cacat sedangkan Quality Control (QC) fokus pada
identifikasi atau menemukan cacat.
b.
Di Quality Assurance
(QA), kita mencari cara yang paling efektif untuk dapat menghindari cacat
sedangkan di Quality Control (QC) kita berusaha untuk dapat mendeteksi
kecacatan dan kemudian mencari cara perbaikan untuk membuat kualitas suatu
produk menjadi lebih baik.
c.
Quality Assurance (QA)
yaitu sebuah proses pro-aktif sedangkan Quality Control (QC) yaitu suatu proses
reaktif.
d. Quality Assurance (QA)
merupakan sebuah pendekatan yang berdasarkan proses (process base approach)
sedangkan Quality Control (QC) merupakan suatu pendekatan yang berdasarkan
produk (product base approach).
e. Quality Assurance (QA)
melibatkan pada proses dalam menangani suatu masalah kualitas sedangkan Quality
Control (QC) melakukan suatu verifikasi terhadap kualitas produk itu sendiri
(pada produknya).
f. Kualitas Audit (Quality
Audit) merupakan salah satu contoh dari suatu proses pada Quality Assurance
(QA) sedangkan Inspeksi dan Pengujian (testing) terhadap sebuah produk
merupakan contoh proses pada Quality Control (QC).
Contoh grafik Quality
Control
https://www.kitasipil.com/2017/08/tugas-dan-tanggung-jawab-utama-quality.html
https://www.situstekniksipil.com/2017/11/quality-control.html
https://id.scribd.com/document/175353099/Quality-assurance
https://www.pengadaanbarang.co.id/2021/01/quality-assurance-adalah.html
https://ecodrain.wordpress.com/2015/03/13/manajemen-kualitas-dalam-proyek-konstruksi/



Komentar
Posting Komentar